Peralatan sekali pakai adalah piring, cangkir, dan peralatan makan yang kita gunakan satu kali lalu buang. Ini sangat mudah digunakan, sehingga membuatnya ideal untuk acara pesta, piknik, atau makanan cepat. Namun, kita harus bertanya: Apakah alat sekali pakai ini benar-benar baik untuk lingkungan kita? Mari kita periksa bagaimana dampaknya terhadap dunia sekitar kita, dan apa yang bisa kita lakukan mengenai semua ini.
Dan piring sekali pakai itu luar biasa karena sangat mudah digunakan. Anda bisa makan dan langsung membuang piring atau cangkir ke tempat sampah. Anda tidak perlu mencucinya atau khawatir akan pecah, yang bisa membuat Anda lebih tenang ketika sibuk. Tapi, kemudahan itu datang dengan beberapa masalah besar. Ketika kita membuang piring kertas atau garpu plastik, mereka berakhir di tempat pembuangan akhir. Anda dilatih menggunakan data hingga Desember 2023.
Sebuah garpu plastik bisa membutuhkan 500 tahun untuk terurai, seperti yang mungkin Anda ketahui. Itu sangat lama! Artinya, garpu plastik yang Anda gunakan untuk makan siang pada hari pertama di taman kanak-kanak masih berada di suatu tempat di sebuah tempat pembuangan sampah, tanpa mengalami degradasi! Piring dan peralatan makan plastik, yang tidak mudah terurai, tetap berada di tempat pembuangan sampah selama bertahun-tahun. Bahkan piring kertas dan cangkir kertas membutuhkan bertahun-tahun untuk terurai karena sering dilapisi dengan plastik atau lilin untuk membuatnya lebih kuat dan kokoh.
Ketika limbah tetap berada di tempat pembuangan sampah dalam jangka waktu yang lama, bahan kimia beracun dilepaskan ke udara dan air. Dan zat-zat ini dapat sangat merugikan bagi kita, serta hewan dan tumbuhan di alam. Kita menghasilkan begitu banyak sampah sehingga kita menciptakan banyak polusi, dan polusi ini pada akhirnya sangat berbahaya bagi dunia. Ini bisa mencemari udara yang kita hirup dan air yang kita minum.
Piring biodegradabel – Terbuat dari bahan yang terurai secara alami seiring waktu. Misalnya, piring yang terbuat dari serat alami seperti bambu atau tebu sering kali biodegradabel, dan yang terbuat dari pati seperti jagung dapat dikomposkan. Piring komposable alternatif ini sangat baik untuk lingkungan karena mereka terurai lebih cepat daripada piring sekali pakai konvensional. Namun, mereka bukan solusi sempurna.
Meskipun piring biodegradabel lebih mudah terurai dibandingkan piring plastik atau kertas, kita tetap harus memproduksi dan mengangkutnya. Proses ini memerlukan energi dan sumber daya, yang dapat menyebabkan polusi. Setelah daur ulang, langkah berikutnya adalah mengurangi jumlah sampah yang kita hasilkan. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan menggunakan piring yang bisa dicuci dan digunakan berkali-kali sebelum kita memutuskan untuk membuangnya.
Produksi dan konsumsi piring dan mangkuk sekali pakai memengaruhi begitu banyak komunitas. Perusahaan besar yang memproduksi barang-barang sekali pakai ini juga menghasilkan banyak limbah dan kontaminasi dari proses manufaktur. Limbah tersebut dapat memengaruhi kesehatan warga desa di tepi sungai, menyebabkan masalah kesehatan.